Selasa, 06 September 2016

Resume Atom dan Molekul dalam Kimia Organik



A.Struktur electron dari atom
Dalam Kimia Organik ada 4 unsur yang harus dimengerti atau dipahami diantaranaya adalah C (carbon), H (Hidrogen), O (Oksigen) dan N (Nitrogen). Keempat unsur ini ada di kedua periode pertama dari susunan dan elektronnya terdapat dalam dua kulit elektron yang paling dekat dengan inti.
Setiap kulit elektron berhubungan dengan sejumlah energi tertentu. Elektron yang paling dekat dengan inti lebih tertarik oleh proton dalam inti daripada elektron yang lebih jauh kedudukannya. Karena itu, semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya, dan elektron ini sukar berpindah dalam reaksi kimia. Kulit elektron yang terdekat ke inti adalah kulit yang terendah energinya, dan elektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkatan energi pertama. Elektron dalam kulit kedua, yaitupada tingkat energi kedua mempunyai energi yang lebih tinggi daripada elektron dalam tingkat pertama, dan elektron dalam tingkat ketiga atau pada tingkat energi ketiga, mempunyai energi yang lebih tinggi lagi.
 
B. Sistem periodic unsur

1. Jari-jari Atom
Jarak dari pusat inti ke elektron paling luar . Jari-jari atom disebut dengan jari-jari kovalen. Nilai jari-jari atom biasanya diberikan dalam Angstrom (Ao), 1 Ao=10-8cm.
Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas, sehingga dimensi atom biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung bersama dalam ikatan kimia. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada jenis atom, jenis ikatan yang terlibat, jumlah atom di sekitarnya, dan spin atom. Pada tabel periodik unsur-unsur, jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah). Sebaliknya jari-jari atom akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya nomor golongan (kiri ke kanan).  Oleh karena itu, atom yang terkecil adalah helium dengan jari-jari 32 pm, manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm. Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm), sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. Namun, atom dapat dipantau menggunakan mikroskop penerowonganpayaran.

Ukuran atom sangatlah kecil, sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen. Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon carbon. Jika sebuah apel diperbesar dengan ukuran sebesar Bumi, maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel asli tersebut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2RnAGZoGQ02rPl-t96oaZ-LDYI0XC67UbG_mDCzJ-waEuRHdUz_PEaGziPCK2b5gCRTCRtCtyy9E_4yDYY5Ga6oHFED48NlouhLSLrBYg2YTfLahD2sMM_YMsaM-6mHi_DrXfS67V_40v/s320/m.jpg

 Faktor yang paling berpengaruh penting adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung  elektron . Inti dengan jumlah proton yang lebih besar mempunyai tarikan yang lebih besar terhadap elektron-elektronnya, termasuk elektron paling luar .
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuBcf_UKTTc8GmfBXBQ7MmKwiESj4TWLX0GMml6CyYeriZidx1vYAz9o5sRDgNlHEFvTM9UFyTdZha390nyHXlTAy7rnuQPG6HnlFdVfZOk6b9Df9PrtZSeWZjsVdESGVpBqmH1Usx41aB/s320/tom.jpg
Bila kita bergerak dari atas ke bawah dalam satu golongan dalam sistem berkala, jumlah kulit elektron bertambah dan karenanya, jari-jari atom bertambah juga.

2.Keelektronegatifan
Ukuran kemampuan atom untuk menarik elektron luarnya, atau elektron valensi . Makin besar jumlah proton berarti makin besar muatan inti positif, dan dengan demikian tarikan untuk elektron ikatan bertambah . Oleh karena itu keelektronegatifan bertambah dari kiri ke kanan untuk periode tertentu dalam sistem berkala . Skala Pauling adalah skala numerik dari keelektronegatifan, skala ini diturunkan dari perhitungan energi ikatan untuk berbagai unsur yang terikat oleh ikatan kovalen.
Keelektronegatifan dari beberapa unsur (skala Pauling)
C. Panjang Ikatan dan sudut ikatanhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuyKwYfauVe5PDwrU58zISbcQEZcsJg50acqdpeHHNMmmkRQ2UffF2VrtqxBTcFD_ELgZhVothkD32nSBcH-jfypQ8_K6sUPSwXCvsWtZB6HodBygHIrJ5oxz228idDz4aQiqzwj_uIs5y/s320/un.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7pkmxQRkchyphenhyphennAF8Zx5t-8INwtp3IhyphenhyphenhgOztyGTvJATUeRxiSMGptYf8O7Fx8cRufKoQtDTY0ONgzvZVHQD7swAhY1ncMYlkhCV53eSUIx4NjSTWuPXSGUV5lYW0QADdm44E8ScLdljEED/s320/leng.jpg

Kebanyakan struktur organik mengandung lebih dari tiga atom, dan lebih bersifat berdimensi tiga daripada berdimensi  dua . Ikatan garis (-) menyatakan ikatan pada bidang kertas. Garis   padat (-) menyatakan suatu ikatan yang ke luar dari pada kertas menuju pengamat . Garis yang putus-putus (----) menyatakan ikatan yang menunjukkan ke belakang kertas.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ1MTTEz12nWGy4I8ZAXxUfmcqXDRFrFyA3pGh433ceyqp3WyZd15FA9rbVn-vyj69NAULoYoS5IKrM70ydRPNjP3rNNoiig0J4U_dQWt0d8mKjY2b3tChBXf38yw5NdRvOVc0WZe3aTYB/s320/nu.jpg

D.Energi Disosiasi Ikatan
Pemaksapisahan heterolitik (heterolytic cleavage), pembelahan suatu atom yang akan menghasilkan sepasang ion.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQ4bYnT_qj3YPH9tw0sPNsrhyphenhyphenidrc2eYtCRIQIlIca3l23AlZclkgE8oq5Mx6GHPqPSMjNogbft4NtJngVc_hVEpFILPhl95dKlrXzk86Ht11bysMnBf2jqsPfnEg5rJpIAADynyGcu5S8/s320/he.jpg
Pemaksapisahan homolitik (homolytic cleavage), pembelahan suatu atom yang akan menghasilkan atom atau gugus atom yang mempunyai elektron tak berpasangan .

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4zlQIMrI7EuHDgSBPsK8puc3kOio_L72wKA8TQkXH3yB5lhPMZi-NOz2NxvEuJe4Bg9CUNCKmSe2OBqRRBWCPEWlyPpKFhaA3h899rkFxEAO8EVbshCDoxuYUJJoy3Do7uyGmzkEYynFN/s320/mo.jpg

E. Konsep Asam dan Basa dalam Kimia Organik
TEORI ASAM BASA LEWIS
Konsep asam – basa menurut Bronsted Lowry mempunyai keterbatasan, terutama di dalam menjelaskan reaksi – reaksi yang melibatkan senyawa tanpa proton (H+), misalnya reaksi antara senyawa NH3 dan BF3, serta beberapa reaksi yang melibatkan senyawa kompleks.
Pada tahun 1932, ahli kimia G.N. Lewis mengajukan konsep baru mengenai asam – basa, sehingga dikenal adanya asam Lewis dan basa Lewis. Menurut teori asam basa Lewis tersebut, yang dimaksud dengan asam Lewis adalah suatu senyawa yang mampu menerima pasangan elektron dari senyawa lain, atau akseptor pasangan elektron, sedangkan basa Lewis adalah senyawa yang dapat memberikan pasangan elektron kepada senyawa lain atau donor pasangan elektron. Teori asam basa Lewis ini lebih memperluas konsep asam – basa yang teladikembangkan oleh Brosted Lowry.
Contoh teori asam basa Lewis
H+ + NH3    \rightleftharpoons   NH4+
teori asam basa Lewis
BF3 + NH3    \rightleftharpoons   NH3BF3
teori asam basa Lewis
Pada gambar di atas, ditunjukan bahwa ion H+ merupakan asam Lewis karena mampu menerima pasangan elektron, sedangkan NH3 merupakan basa Lewis. Pada reaksi antara BF3 dengan NH3, yang merupakan asam Lewis adalah BF3 karena mampu menerima sepasang elektron, sedangkan NH3 merupakan basa Lewis.
Konsep asam – basa yang dikembangkan oleh Lewis didasarkan pada ikatan kovalen koordinasi. Masih ingat kan ya? Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian elektron bersama yang digunakan elektron tersebut berasal dari salah satu atom atau molekul yang berikatan. Atom atau spesi yang yang memberikan pasangan elektron di dalam membentuk ikatan kovalen koordinasi akan bertindak sebagai basa, sedangkan atom, molekul atau spesi yang menerima pasangan elektron disebut sebagai asam. Dengan konsep ini dapat dijelaskan terjadinya reaksi asam basa yang terjadi pada ion logam dengan suatu molekul atau ion.
Ag+(aq) + 2NH3(aq)  → Ag(NH3)+(aq)
Asam          Basa
Cd2+(aq) + 4I(aq) → CdI4(aq)
Asam           Basa
Ni(s) + 4CO(g) → Ni(CO­)4(g)
Asam     Basa
Dalam dunia kedokteran dan farmasi dikenal adanya senyawa basa Lewis yang digunakan sebagai obat keracunan logam berat, misalnya merkuri, timbal, kadmium, dan sejenisnya. Obat tersebut dikelompokan sebagai British Anti Lewis Acid (BAL). Kandungan obat tersebut antara lain oksalat dan etilendiamintetraasetat (EDTA). Peranan BAL dalam obat tersebut adalah mengikat logam berat agar mengganggu kerja enzim.
Hg2+(aq) + 2C2O42-(aq) → [Hg(C2O4)2]2-(aq)
Asam           Basa
Cd2+(aq) + 2(EDTA4-)(aq) → [Cd(EDTA)2]6-(aq)
Asam             Basa

4 komentar:

  1. minta penjelasan dari contoh asam dan basa ini Cd2+(aq) + 4I–(aq) → CdI4–(aq), apakah 2+ nya menghilang?

    BalasHapus
  2. assalam mualaikum wr wb saudari silmi,sebelumnya menurut saya reaksinya salah,karna saya tidak teliti dalam mencari contoh soal
    reaksi yang benar adalah: cd2+(aq) + 4I-(aq)--> cd(I)2 (aq).

    BalasHapus
  3. Blog anda sudah Bagus, disini saya izin bertanya di bagian jari jari atom dimana atom tidak memiliki batasan luar yang jelas itu magsud nya bagaimana dan jelaskan dengan memberi kan contoh
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya di sini saya mencoba menjawabnya

      Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut
      Mengukur jari-jari atom
      Tidak seperti halnya bola, sebuah atom tidak memiliki jari-jari yang tetap. Jari-jari atom hanya bisa didapat dengan mengukur setengah dari jarak antara dua buah atom yang berapitan.
      Pada atom yang sama kita bisa mendapatkan jari-jari yang berbeda tergantung dari atom yang berapitan dengannya. Kedua atom ini saling menarik satu sama lain sehingga jari-jarinya lebih pendek dibandingkan jika mereka hanya bersentuhan. Hal ini kita dapatkan pada atom-atom logam di mana mereka membentuk struktur logam atau atom-atomnya secara kovalen berikatan satu sama lain. Tipe dari jari-jari atom seperti ini disebut jari-jari (radius) logam atau jari-jari kovalen, tergantung dari ikatannya.
      Tipe dari jari-jari atom yang lain dinamakan jari-jari (radius) van der Waals di mana terjadi daya tarik yang lemah di antara kedua atom tersebut.
      Kecenderungan jari-jari atom pada tabel periodik
      Pola kecenderungan jari-jari atom tergantung dari jenis jari-jari atom mana yang ingin kita ukur – tapi pada prinsipnya pola seluruhnya sama.
      Diagram-diagram di bawah ini menunjukkan jari-jari logam untuk elemen-elemen logam, jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang membentuk ikatan kovalen dan jari-jari van der Waals untuk elemen-elemen yang tidak membentuk ikatan (misalnya unsur gas mulia)

      Kecenderungan jari-jari atom pada suatu golongan
      Kita dapat segera memperkirakan bahwa jari-jari atom pada golongan yang sama akan semakin besar jika letak atom itu pada tabel periodik semakin di bawah. Alasannya cukup kuat – karena kulit elektron semakin bertambah.
      Kecenderungan jari-jari atom menyusur satu periode
      Kita perlu mengabaikan jari-jari gas mulia pada setiap periode. Karena neon dan argon tidak membentuk ikatan, kita hanya dapat mengukur jari-jari van der Waals – di mana ikatannya sangatlah lemaah. Seluruh atom-atom lainnya jari-jari atom diukur berdasarkan jarak yang lebih kecil dikarenakan oleh kuatnya ikatan yang terbentuk. Kita tidak dapat membandingkan “suatu sifat yang sama” jika kita mengikutsertakan gas mulia.

      Hapus